Rekrutmen Panwascam Curang? Tiga Anggota Bawaslu Palembang Dilaporkan ke DKPP
Hal ini terlihat dari hasil pengumuman Panwascam Tingkat kecamatan, yang diduga syarat akan kolusi, korupsi dan nepotisme (KKN).
Beberapa nama yang terlihat itu, seperti inisial Jhon Harmis yang melaksanakan Tes CAT di Kecamatan Kalidoni ternyata lolos di Sako, Mursidah tes CAT di Seberang Ulu I lolos di Ilir Barat I, kemudian M Pasya Rahmatullah melaksanakan CAT di Jakabaring nyatanya lolos di Kemuning, Sopan Sofuan CAT di Sematang Borang lolos di Kalidoni.
Kemudian ada nama Rinak tes CAT di Sako lolos di Plaju, Hery Amriadi tes CAT di AAL (Alang- Alang Lebar) ternyata lolos di Kecamatan Seberang Ulu I, terakhir ada nama M Harman Alfajri melaksanakan CAT di Ilir Timur (IT) III lolos di IT II.
Salah satu peserta yang tidak lulus dalam mengikuti ujian masuk Renol Kurniawan, mengatakan indikasi kecurangan atau permainan dapat dilihat dari pengumuman yang sudah dikeluarkan oleh Bawaslu Palembang.
"Ternyata ada beberapa petugas yang ikut dalam seleksi lulus ditempat lain. Padahal mereka mengikuti dari kecamatan lain. Kan Aneh, ” kata Renol.
Ini dia contohkan salah satu petugas Panwascam yang ikut dikecamatan Sako, namun lolos di kecamatan lainnya.
Padahal, seharusnya jika salah satu calon petugas Panwascam ikut serta dikecamatan Sako, dia harus lulus di wilayah tersebut, bukannya lolos dikecamatan lainnya.
“Ini yang membuat kita bertanya-tanya. Ada apa ini. Apakah memang ada permainan money politik atau apa,” terang Renol.
Sejauh ini sebanyak 54 petugas Panwascam dari 18 kecamatan yang terbagi setiap kecamatan 3 orang, sudah dinyatakan lulus dan dilantik oleh Bawaslu kota Palembang.
“Sebenarnya sudah kita tanyakan ke Bawaslu, mengapa bisa terjadi seperti itu. Namun, tidak ada satu orang komisioner Bawaslu, yang mau menjawab. Malah handphone mereka dimatikan,” paparnya.
Karena itu, menurut Renol, dirinya akan melaporkan permasalahan ini ke Bawaslu Provinsi Sumatera Selatan apabika tidak digubris, maka dirinya akan ke DKPP di Jakarta.
“Saya akan ke Bawaslu RI dan DKPP. Mempertanyakan permasalahan ini. Karena ini menyangkut kredibilitas Bawaslu dan adilnya pemilihan umum kepala daerah yang akan datang,” ujarnya.
Sementara Ketua Bawaslu Palembang Yusnar mengungkapkan, adanya perbedaan peserta yang tes CAT lolos di Kecamatan lain, jika hal itu salah input dan telah dibuatkan berita acara.
"Petugas adhock yang telah kami bentuk itu kesalahan administrasi, dari staff kami dari pengimputan data yang mereka pilih. Tapi itu sudah diperbaiki di berita acara yang dituangkan dalam pleno, dan kami sudah mengklarifikasi surat pernyataan, dan itu tidak ada perubahan lagi, ' tandasnya.
Ketua tim Pokja Chairil Anwar Simatupang menambahkan, salah administrasi itu dimulai saat pendaftaran, yang misal daftar di Kecamatan A ternyata terdaftar di Kecamatan B, karena salah oengimputan. Untuk memperbaikinya, mereka melakukannya setelah tes CAT selesai.
"Saat itu ada yang protes karena saat CAT beda Kecamatannya, sehingga mereka bawa form pendaftaran, dan nyatanya betul ada perbedaan. Sehingga kami ambil kesimpulan tidak merubah dulu, karena kalau diubah akan mengganggu sistem Bawaslu RI dan ribet. Maka kami simpulkan setelah proses CAT kembali ke asal dan buat berita acara dan konsultasi Bawaslu Sumsel, " terangnya.
Dilanjutkan Khairil, masalah itu sudah dianalisa akan banyak protes karena perubahan Kecamatan karena salah input, mengingat yang daftar ada 300 lebih.
"Pastinya karena waktu pendaftaran 3 harian itu, kita harus melayani, mengungat yang mendaftar dihari terakhir membludak dan kita konsultasi Bawaslu Sumsel, maka administrasi disiapkan dan pegang betul form pendaftaran, " pungkasnya.
Disayangkan Pengamat
Pengamat politik dari Forum Demokrasi Sriwijaya (ForDes) Bagindo Togar menyayangkan terjadinya indikasi kecurangan dalam seleksi petugas adhock pengawas pemilu, meskipun dikatakan ketua Bawaslu Palembang Yusnar hal itu karena salah input.
"Mudahnya ketua Bawaslu Palembang Yusnar menjawab bahwa terjadi salah input, dan telah diselesaikan diatas kertas bermaterai. Padahal secara terang benderang, bahwa terjadi rekayasa secara terencana dan serius atas sosok para calon, atau peminat untuk menjadi anggota Panwascam, " kata Bagindo.
Kelanjutannya
Menurut Bagindo, dugaan kecura...
- Hal 2 dari 3 Halaman -
Baca Juga
Editor: SPH
Dapatkan update informasi pilihan dan berita terbaru setiap hari dari Mail.umbaran.com, Yuk gabung di grup Telegram "UMBARAN", caranya klik link ini : JOIN NOW, kemudian bergabung. Anda harus menginstal aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel Anda.


