Pertarungan "Bintang Non Partai Politik" dapat saja terjadi jika negosiasi dan keinginan para elit partai politik di level nasional yang berbasis hasil survei atau meniadakan peran fanatisme dan unsur ideologis kepartaian. Semua masih terbuka lebar, walau waktu semakin dekat.
Pasangan yang mungkin masuk dalam ranah ini adalah Ratu Dewa, Nandriani, Basyaruddin, atau nama lainnya.
Termasuk dalam ranah ini mereka yang berjuang dalam jalur independen. Peluang mereka cukup signifikan dengan mengandalkan elektabilitas tinggi dan mengandalkan kemampuan membiayai operasional pemenangan.
Jika fenomena ini yang terjadi maka pertarungan tidak semata nonpartai tapi kombinasi di luar partai dan dalam partai.
Misalnya Ratu Dewa, Basyaruddin dan Nandriani akan menjadi tumpuan harapan bagi partai untuk mendokrak mesin partai dan relawan pendukung menjadi panas dan menyala-nyala.
Pertanyaan bagaimana kemungkinan dan petaan pasangan masing-masing.
Pertama, pada awal ini yang diharapkan maju jalur partai PAN, Golkar atau Gerindra mengusung pasangan Cawako dan Cawawako adalah Ratu Dewa- Rasyid atau Ratu Dewa-Prima Salam, atau Ratu Dewa-Asti, atau Ratu Dewa-Hidayat, Hidayat-Ratu Dewa, atau Prima Salam-Ratu Dewa, dan seterusnya. Atau mungkin nama lainya dan partai lain yang bergabung misalnya atau sebaliknya
Kedua, pada tahap ini yang diharapkan maju jalur partai PKB, Golkar atau PPP pasangan Cawako dan Cawawako Ratu Dewa- Rasyid atau Ratu Dewa-Prima Salam, atau Ratu Dewa-Asti, atau Ratu Dewa-Hidayat, Hidayat-Ratu Dewa, atau Prima Salam-Ratu Dewa, dan seterusnya.
Ketiga, selanjutnya pasangan bisa saja diusung dari partai Nasdem, PKB dan PKS akan menurunkan pendukung perubahan dalam skala lokal. Fitri-Syaiful, Fitri-Bahar, atau Fitri-Ratu Dewa, dan seterusnya.
Keempat, bisa saja yang lain diusung dari PKB, Golkar-PDI Perjuangan Basyaruddin-Asti atau Basyaruddin- Hidayat, atau Ratu Dewa-Basyaruddin, atau Basyaruddin-Ratu Dewa, dan seterusnya.
Ringkas uraian di atas, faktor elektoral saat ini mereka yang akan maju di Pilkada Kota Palembang harus terus melakukan kerja politik, menghidupkan mesin politik, dan menunjukkan prestasi kepada publik.
Tujuannya agar stabilitas popularitas dan elektabilitas terus meningkat sampai hari pencoblosan akhirnya mereka mampu mengkapitalisasi peristiwa politik dengan hasil suara kemenangan.
Untuk itu, siapa pun yang akan maju pada Pilkada Kota Palembang diperlukan pemetaan matang strategi politik agar dapat memberikan yang terbaik, warna dan hidangan baru dalam menghadapi kontestasi November tahun 2024 nanti.
Terutama dukungan partai politik dan para elit partai yang berpengaruh kuat. Setiap calon harus menunjukkan program dan capaian yang positif di mata publik agar mendapatkan dukungan yang kuat.
Di sisi lain, problematika nyata bahwa para pemilih di Kota Palembang cenderung lebih pragmatis dalam menentukan pilihan mereka, baik berdasarkan pertimbangan materi, kepartaian, keunggulan figur atau kandidat, maupun arahan tokoh yang mempengaruhi pilihan.
Pragmatisme ini tetap menjadi pertimbangan utama dalam pemilihan bakal calon Walikota dan Wakil Walikota Palembang.
Hal ini mungkin disebabkan oleh kuatnya kekeluargaan, adat, budaya dan simpul patronase dalam menentukan pilihan di wilayah Kota Palembang.
Dengan waktu yang sudah semakin mendekat menuju Pemilukada 2024, para calon harus mampu memberikan keyakinan kepada masyarakat untuk menimbang, dan memutuskan agar memilih kepala daerah yang sesuai dengan harapan dan pemilihan dapat berjalan jujur, adil, damai, aman, dan kondusif, menghasilkan pemenang yang benar-benar diinginkan.
Akhirnya, semua keputusan ada di tangan masyarakat Kota Palembang. ** (*)
Baca Juga
Dapatkan update informasi pilihan dan berita terbaru setiap hari dari Mail.umbaran.com, Yuk gabung di grup Telegram "UMBARAN", caranya klik link ini : JOIN NOW, kemudian bergabung. Anda harus menginstal aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel Anda.


