Panas! Ketua Bawaslu Ogan Ilir Angkat Bicara terkait Isu Setor Uang Existing Panwascam, Dewi: Saya Tak Tahu dan Bukan Perintah Saya
Bawaslu Sumsel Garak Cepat Panggil Pihak Panwascam Terkait Dugaan Setoran Uang Agar Lulus Existing
OGAN ILIR - Sempat heboh beberapa hari sebelumnya tentang pemberitaan yang menyorot terhadap seleksi penerimaan Panwascam Ogan Ilir jalur Existing (evaluasi). Akhirnya ketua Bawaslu Ogan Ilir, Dewi Alhikma Wati angkat bicara.
Dewi mengatakan, penerimaan Panwascam yang dilakukan sudah sesuai dengan aturan terkait dengan evaluasi.
Menurut Dewi, bahwa tahapan Existing sudah mengacu pada fortopolio dari kegiatan serta penilaian atasan langsung.
"Kalau ada yang lulus maupun tidak lulus pada seleksi Existing Panwascam itu, adalah rezeki masing-masing pak," katanya kepada wartawan Tribunepos saat memberikan konfirmasi terkait isu yang sedang beredar terhadap seleksi penerimaan Panwascam Ogan Ilir, Jumat (17/5/24) lalu di ruang kerjanya.
Dengan nada yang menggema, Dewi menuturkan bahwa dirinya tidak pernah meminta uang apalagi menjanjikan terhadap kelulusan pada seleksi penerimaan Panwascam Bawaslu Ogan Ilir.
“Saya sampaikan masalah lulus tidak lulus kito (kita) dak pacak (tidak bisa) pak rezeki, aku dak pernah minta (saya tidak pernah minta), aku dak pernah (saya tidak pernah) menjanjikan kamu bakal lulus” ucapnya.
Terlepas dari isi pemberitaan pengakuan salah seorang oknum Panwascam yang tidak lulus yang mengatakan telah menyetor sejumlah uang dengan diiming-imingi atau dijanjikan akan lulus Existing.
Dewi mengaku, dirinya tidak tahu menahu dan bukan atas perintah dirinya.
Dengan kejadian ini dirinya siap diperiksa demi menjaga nama baik Bawaslu Ogan Ilir.

Bawaslu Sumsel Garak Cepat Panggil Pihak Panwascam Minta Klarifikasi
Badan Pengawas Pemilu Sumatera Selatan (Bawaslu Sumsel) bergerak cepat dengan memanggil sejumlah pihak Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) yang diduga terlibat dalam dugaan praktik setoran uang agar lulus existing Panwacam Ogan Ilir.
Langkah ini diambil sebagai respons atas berita viral pengakuan dari salah seorang oknum Panwascam Indralaya Utara yang diiming-imingi agar lulus dalam evaluasi Existing dengan syarat menyerahkan uang sejumlah Rp 5 juta. Namun, meski telah memenuhi permintaan tersebut, tetap juga tidak berhasil lolos seleksi.
Kasus ini mencuat setelah adanya pengakuan dari beberapa peserta seleksi yang merasa dirugikan oleh praktik tidak etis tersebut.
Korban mengaku diminta sejumlah uang oleh oknum Panwascam agar bisa lulus seleksi existing. Praktik ini tidak hanya mencoreng kredibilitas lembaga pengawas pemilu, tetapi juga merusak kepercayaan publik terhadap proses demokrasi di Sumatera Selatan.
Menurut informasi yang didapat redaksi media ini, panggilan kepada pihak Panwascam ini bertujuan untuk mengumpulkan informasi dan bukti-bukti terkait dugaan pelanggaran tersebut dengan cara meminta klasifikasi kepada pihak terkait.
Kelanjutannya
Adapun siapa saja yang dipangg...
- Hal 1 dari 3 Halaman -
Baca Juga
Editor: SPH
Dapatkan update informasi pilihan dan berita terbaru setiap hari dari Mail.umbaran.com, Yuk gabung di grup Telegram "UMBARAN", caranya klik link ini : JOIN NOW, kemudian bergabung. Anda harus menginstal aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel Anda.


